Anda Harus Tahu tentang SNI pemakaian Kompor LPG

Posted: July 21, 2010 in Info-Info, News
Tags: , , , , ,

Standar Tabung Gas dan Asesorisnya

Konversi minyak tanah ke gas merupakan salah satu program Pemerintah untuk menekan subsidi bahan bakar, dengan pertimbangan harga bahan bakar gas yang lebih murah dibandingkan minyak tanah. Dalam pelaksanaan program ini, standardisasi merupakan salah satu unsur yang sangat penting karena menyangkut masalah keselamatan.

BSN telah menetapkan 5 SNI terkait tabung gas dan aksesorisnya, sebagai berikut:

  • SNI 1452:2007 Tabung Baja LPG;
  • SNI 15-1591-2008 Katup Tabung Baja LPG;
  • SNI 06-7213-2006 Selang Karet untuk Kompor Gas LPG;
  • SNI 7369-2007 Regulator Tekanan Rendah Untuk Tabung Baja LPG;
  • SNI 7368:2007 Kompor Gas Bahan Bakar LPG Satu Tungku dengan Sistem Pemantik Mekanik.

Dalam SNI tersebut diatur persyaratan serta metode pengujian untuk memastikan aspek keselamatan dan kinerja tabung gas beserta asesorisnya. SNI yang disusun oleh stakeholder dan ditetapkan oleh BSN, mengacu pula kepada standar internasional.

SNI 1452:2007 Tabung Baja LPG;

Bagian dari tabung baja LPG terdiri dari:

a.      Badan tabung, terdiri dari bagian atas dan bawah (top & bottom) untuk konstruksi              2 (dua) bagian dan untuk konstruksi 3 (tiga) bagian terdiri dari bagian atas, tengah dan bawah

b.      Cincin leher (neck ring)

c.      Pegangan tangan (hand guard)

d.      Cincin kaki (foot ring)

Gambar 1 a   skematis bagian-bagian tabung untuk
bentuk dua bagian (two pieces)

Gambar 1 b   skematis bagian-bagian tabung untuk
bentuk tiga bagian (three pieces)

Bahan baku

  • Bahan untuk badan tabung sesuai dengan SNI 07-3018-2006, Baja lembaran pelat dan gulungan canai panas untuk tabung gas (Bj TG) atau JIS G 3116, kelas SG 26 (SG 255),    SG 30 (SG 295).
  • Bahan untuk cincin leher sesuai dengan JIS G 4051 kelas S17C sampai dengan S45C.
  • Bahan untuk cincin kaki dan pegangan tangan sesuai dengan SNI 07-0722-1989, Baja canai panas untuk konstruksi umum, JIS G 3101 kelas SS400 atau sesuai dengan bahan untuk badan tabung yang bersangkutan.

Gambar  Rolled plate bahan baku tabung

Konstruksi

  • Tebal dinding tabung diperoleh dari perhitungan berdasarkan rumus yang telah ditentukan. Rumus yang digunakan berbeda untuk tabung dua bagian dan tabung tiga bagian.
  • Badan tabung bagian atas dan bawah berbentuk elipsoidal atau torispherical. Bentuk ellipsoidal memiliki rasio maksimal 2:1 terhadap diameter dalam dari tabung. Contohnya: ketinggian internal lengkungan adalah 25 % dari diameter dalam dari tabung.
  • Penyimpangan bentuk yang diukur tegak lurus dari permukaan hasil proses pembentukan (pres) terhadap pola elipsoidalnya tidak boleh melebihi 1,25 % dari diameter luar badan.

Keterangan gambar:

D1 adalah diameter dalam dari tabung

Gambar 2    Contoh pola elipsoidal rasio 2 : 1

  • Cincin kaki harus mampu menopang tabung secara kokoh dan harus dapat berdiri dengan tegak, kemudian bentuk kaki tidak boleh menimbulkan genangan air.
  • Pegangan tangan harus dapat melindungi katup (valve) apabila terjadi benturan dan harus kuat menahan berat dan isi tabung saat diangkat.
  • Cincin leher adalah bentuk flensa berfungsi untuk memasang katup.
  • Tinggi tabung 2 bagian (two pieces) tidak boleh lebih dari 4 x diameter badan tabung.

Penyambungan badan tabung bagian atas dan bawah menggunakan las cincin (welded circumferential joint) dengan system tumpang (joggle offset) pada komponen bagian bawah sesuai dengan Gambar 3.

Gambar   Profil las circum

  • Pengelasan cincin leher harus sempurna, tinggi dan lebar las minimum adalah 1,5 x tebal pelat badan sesuai dengan Gambar 4.

Gambar    Propil las cincin leher

Cara pembuatan tabung

  1. Bahan baja canai panas dipotong sesuai dengan ukuran dan diberikan pelumas sebelum masuk kedalam proses pembentukan.
  2. Pembentukan dilakukan dengan cara dipress (deep drawing) dan hasilnya merupakan komponen dari badan tabung pada bagian atas dan bawah (top and bottom).
  3. Komponen badan tabung bagian atas (top) kemudian dilubangi untuk pemasangan cincin leher.
  4. Pemasangan cincin leher (neck ring) dilakukan dengan cara pengelasan menggunakan las busur logam gas (gas metal arc welding ).
  5. Penyambungan melingkar kedua bagian badan (top and bottom) dan penyambungan memanjang badan bagian tengah untuk tipe diatas 15 kg sampai dengan 50 kg dilaksanakan dengan cara pengelasan busur rendam (submerged arc welding). Sedangkan sambungan las, antara top dan bottom terhadap badan silinder berbentuk sambungan las tumpang.
  6. Penyambungan pegangan tangan dan cincin kaki dengan badan tabung, dilakukan dengan cara pengelasan busur listrik (shielded metal arc welding) dengan bentuk las sudut (fillet).
  7. Pengelasan pada butir 7.4 butir 7.5 dan butir 7.6 harus dilakukan oleh juru las atau operator las yang memenuhi standar kompetensi juru las.
  8. Setiap tabung harus mendapatkan perlakuan panas untuk pembebasan tegangan sisa (annealing), yaitu pada suhu 630 °C ± 25 °C sekurang – kurangnya 20 menit.
  9. Untuk mencegah timbulnya karat pada permukaan luar tabung harus dilakukan perlindungan dengan menggunakan pelapisan cat. Sebelum dilakukan pengecatan harus didahului dengan proses pembersihan dengan cara shot blasting di seluruh permukaan tabung. Pengecatan pertama menggunakan cat dasar (primer coat) dengan tebal 25 mikron sampai 30 mikron selanjutnya menggunakan cat akhir (top coat) dengan tebal 25 mikron sampai 30 mikron.


pembuatan tabung gas elpiji 3 kg dan aksesorisnya.

Syarat mutu

  • Setiap permukaan tabung baja LPG tidak boleh ada cacat atau kurang sempurna dalam pengerjaannya yang dapat mengurangi kekuatan dan keamanan dalam penggunaannya, seperti : luka gores, penyok dan perubahan bentuk.
  • Dimensi

Perbedaan diameter yang terjadi pada bagian bentuk silindris tabung antara diameter maksimal dan minimal adalah : 1% untuk tabung 2 bagian dan 1,5% untuk tabung 3 bagian.

Deviasi vertikal tabung tidak boleh melebihi 25 mm per meter.

  • Ketahanan hidrostatik

Setiap tabung harus tahan terhadap tekanan hidrostatik dengan tekanan sebesar 31 kg/cm2 dan pada tekanan tersebut tidak boleh ada rembasan air atau kebocoran dan tidak boleh terjadi perubahan bentuk.

  • Sifat kedap udara

Tabung yang telah dilengkapi dengan katup harus kedap udara/tidak boleh bocor pada tekanan udara sebesar 18,6 kg/cm2.

  • Ketahanan pecah (uji bursting)

Tekanan saat pecah tidak boleh lebih kecil dari 110 kg/cm2 untuk tipe 3 kg sampai 15 kg, dan tidak boleh lebih kecil dari 80 kg/cm2 untuk tabung tipe diatas 15 kg sampai 50 kg. Tabung tidak boleh pecah dengan inisiasi pecahan berawal dari sambungan las.

  • Ketahanan expansi volume tetap

Apabila tabung ditekan secara hidrostatik dengan tekanan sebesar 31 kg/cm2 selama 30 detik, maka ekspansi volume tetap yang terjadi tidak boleh lebih besar dari 1/5000 volume awal. Tidak boleh terjadi kebocoran dan tampak perubahan bentuk.

  • Sambungan las

Sambungan las harus mulus, rigi – rigi las harus rata, tidak boleh terjadi cacat – cacat pengelasan yang dapat mengurangi kekuatan dalam pemakaian.

  • Pengecatan

Lapisan cat harus mampu memenuhi pengujian lapisan cat.

Pengujian

  • Uji sifat tampak

Dilakukan secara visual tanpa alat pembesar dan hasilnya harus sesuai dengan persyaratan.

  • Uji dimensi

Cara uji dimensi untuk lingkaran tabung dan kelurusan dilakukan menggunakan alat ukur dengan tingkat ketelitian 0,5 mm.

  • Uji ketahanan hidrostatik

Tabung diisi/ditekan dengan air dengan tekanan sebesar 31 kg/cm2 dan hasilnya harus sesuai dengan persyaratan.

  • Uji sifat kedap udara

Tabung yang telah dipasang katup, diberikan tekanan dengan udara sebesar 18,6 kg/cm2 kemudian dimasukkan ke dalam air dan hasilnya tidak boleh bocor, dengan cara melihat gelembung – gelembung udara dalam air.

  • Uji ketahanan pecah

Tabung diisi/ditekan dengan air sampai tabung pecah hasilnya harus memenuhi persyaratan

  • Uji ketahanan expansi volume tetap

Tabung diisi dengan air bertekanan sebesar 31 kg/cm2 minimum selama 30 detik .Kemudian diukur expansi volume tetapnya dengan mengukur selisih volume setelah dan sebelum pengujian.

  • Uji sambungan las

Pengujian sifat mekanik sesuai SNI 07-0408-1989, Cara uji tarik logam dan SNI 07-0410-1989, Cara uji lengkung tekan logam. Sedangkan untuk pengujian radiografi sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan harus memenuhi SNI 05-3563-1994, Bejana tekan I-A, Bab BL Persyaratan bejana tekan yang difabrikasi dengan pengelasan, BL-51.b.

  • Uji lapisan cat

Benda uji dibuat goresan menyilang dengan pisau tajam pada kedua sisinya, kemudian direndam kira-kira setengahnya ke dalam larutan garam (NaCl) 3% (pada temperatur 15 oC sampai 25 oC) dalam bejana, dengan kedalaman kira-kira 70 mm dari ujung bawah goresan, dan direndam selama 100 jam. Amati adanya gelembung pada sejarak 3 mm dari goresan pada bagian luar kedua sisinya dan sesudah diangkat, kemudian dicuci dengan air dan dikeringkan. Tidak diperbolehkan terdapat karat melebihi 3 mm dari goresan pada kedua sisinya.

Penandaan

Setiap tabung yang telah dinyatakan lulus uji harus diberi penandaan dengan huruf yang tidak mudah hilang (embos/stamp) sekurang – kurangnya sebagai berikut:

-          Identitas perusahaan / merek / logo

-          Nomor urut pembuatan

-          Berat kosong tabung

-          Bulan dan tahun pembuatan

-          Tekanan pengujian (test pressure)

-          Volume air

-          Lingkaran merah pada cincin leher

SNI 06-7213-2006 Selang Karet untuk Kompor Gas LPG

Syarat mutu selang karet untuk kompor gas LPG  tertera dalam Tabel  berikut.

Tabel    Syarat mutu selang karet untuk kompor gas LPG