PII: Kebutuhan Pembangkit Nuklir Mendesak

Posted: July 8, 2010 in Teknologi Pembangkit dari Nuklir
Tags: , , , ,

Pembangunan PLTN sudah menjadi keharusan jika Indonesia mau bersaing dengan negara lain.

Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menilai pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Indonesia sudah menjadi keharusan jika negara ini mau bersaing dengan negara-negara lain.

“Kunci daya saing sebuah negara ada pada listrik,” kata Ketua Umum PII Muhammad Said Didu di Jakarta, Senin malam, 21 Desember 2009.

Menurut Said, masa depan Indonesia tidak bisa lagi mengandalkan sumber energi  berasal dari batu bara, gas, dan sumber bahan baku konvensional lainnya. Pasalnya dari segi keekonomisan, penggunaan sumber energi dari PLTN jauh lebih murah dibandingkan dengan pembangkit lainnya.Dia mencontohkan, ongkos produksi industri baja untuk energi dari sumber konvensional saat ini mencapai sekitar 50-60 persen dari total biaya produksi. Padahal jika industri baja menggunakan sumber energi listrik dari nuklir bisa melakukan penghematan hingga 10-20 persen dari total biaya produksi.

“Sebagai catatan, Prancis yang menggunakan 100 persen sumber energinya dari  nuklir, relatif mampu bertahan terhadap krisis ekonomi global dibandingkan negara yang memasok energi dari sumber kovensional,” katanya.

PII juga bersikeras pembangunan PLTN harus segera dilakukan bahkan jika  perlu mencari daerah baru di Indonesia jika satu wilayah menolak pembangunan pembangkit sarat teknologi  tersebut. “Indonesia memiliki sekitar 4.000 ahli nuklir di Badan Tenaga Nuklir (Batan) yang kini kerjanya tidak jelas,” katanya.

Namun diakui Said, usulan pembangunan PLTN tersebut bakal menghadapi tantangan dari masyarakat awam dan kalangan investor. Untuk itu, PII mengusulkan jalan tengah yaitu pembangunan PLTN hanya dilakukan untuk penambahan daya listrik sebesar 5 megawatt per tahun serta hanya mengganti pembangkit tenaga listrik konvensional yang sudah rusak.

PII juga optimistis Indonesia sebetulnya memiliki sumber daya manusia yang mampu mengembangkan nuklir dengan aman. Sementara untuk masalah pasokan bahan baku nuklir berupa uranium dapat diperoleh dengan mudah dengan pengawasan dari badan pengawas nuklir  internasional.

“Kalau bangsa Indonesia dianggap ceroboh, bagaimana mungkin bemo, mobil Datsun masih bisa beroperasi di sini sedangkan produksinya sudah tidak ada lagi,” ujarnya.

sumber asli dari sini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s